Kuasa Hukum Antasari Tolak Rhani Bersaksi Dalam Sidang
Dengan alasan bahwa Rhani adalah bagian dari skenerio dalam kasus yang menimpa kliennya, maka pengacara Antasari Azhar keberatan jika Rhani dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
“Kita menyiapkan bukti untuk menolak kesaksian Rhani,” ujar salah satu kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir. “Alasannya pertama dia (Rhani) telah berbohong dan kedua kita tahu bahwa dia mempunyai indikasi terlibat dalam kasus skenario ini,” jelasnya.
Serangan “Hacker” Menghambat Perhitungan Suara
Sampai dengan tanggal 15 April, perhitungan suara yang di terima KPU pusat baru sekitar 4,5%. Hal tersebut tentunya banyak menimbulkan pertanyaan, kenapa kinerja KPU sangat lambat?.
Kelambatan proses online itu ternyata salah satunya dikarenakan oleh serangan hacker yang coba mengacaukan data KPU. Menurut Ketua Tim TI Pemilu 2009, serangan para hacker tersebut lebih canggih dibanding pemilu 2004.
Roy Suryo Laporkan Ahmad Dhani
Pentolan band Dewa 19, Ahmad Dhani, dilaporkan oleh Roy Suryo kepada pihak berwajib. Roy Suryo melaporkan Dhani yang dianggap telah melakukan penghinaan terhadap bendara Merah Putih.
Seperti diketahui, dalam video klip dewa 19 yang berjudul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia, tampak bendera negara yang tengahnya dipasang logo Dewa 19. Bagaimana menurut anda? Setuju nggak Dhani diseret ke pengadilan…
Video Mesum Mahasiswi Gresik
Julukan Gresik Kota Santri tercoreng peredaran video porno lewat telepon seluler. Pertengahan November lalu beredar video porno empat penari dengan telanjang bulat melakukan gerakan erotis diringi musik dangdut koplo dengan lagu berjudul Menunggu. Kini beredar lagi video mesum yang diduga dilakukan mahasiswi dengan teman lelakinya. Berbeda dengan sebelumnya, video terakhir hanya bisa diakses pesawat telepon seluler tipe tertentu.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Gresik mengatakan polisi akan terus menyelidiki kasus peredaran video mesum. “Kalau yang empat penari striptis setelah kami teliti kemungkinan besar mengambil lokasi di Thailand tetapi direkam ulang lalu diiringi musik danggut seolah-olah dari Indonesia. Kami mendapati latar belakang tulisan penari bugil ada tulisan Thailand,” kata Fadli.
Namun video mesum adegan mesum mahasiswi berdurasi 7 menit 9 detik belum bisa diselidiki. “Hingga kini belum jelas apakah pelakunya mahasiswi Surabaya yang tinggal di Gresik. Kami sudah mendapatkan file-nya,” kata Fadli. Ia mengatakan nanti setelah dapat mengaksesnya akan mencari pelakunya dan siapa yang menyebarkan untuk menentukan proses hukum selanjutnya. Read more »
Khofifah Akan Gugat ke MK
Pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) apa pun hasil penghitungan suara putaran kedua, menang ataupun kalah. Alasannya, pasangan ini menemukan sejumlah kecurangan yang dilakukan pasangan Karwo-Syaifullah (Karsa).
“Apa pun hasilnya saya akan mengajukan ke MK. Sudah banyak bukti-bukti kecurangan yang kami kumpulkan,” kata Khofifah melalui telepon yang diperdengarkan melalui pengeras suara kepada ribuan pendukungnya dari pengajian muslimat se-Surabaya-Sidoarjo yang menggelar istigasah di Taman Bungkul, Surabaya, Selasa (11/11).
Saat ini penghitungan suara manual di Hotel Mercure masih berlangsung. Sebanyak 2.300 personel gabungan dari TNI/Polri mengamankan jalannya penghitungan suara.
Sumber Kompas.Com
SBY Patut Diacungi Jempol
Sikap SBY yang tidak meenginterfensi masalah hukum yang sedang dialami oleh besannya Aulia Pohan mendapat banyak simpati masyarakat. Penetapan tersangka terhadap mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendongkrak popularitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Apa yang dilakukan SBY, itu satu sikap SBY yang menimbulkan simpati masyarakat Indonesia. Kasus Aulia Pohan sangat positif bagi SBY,” kata Fahmi Idris yang juga Menteri Perindustrian. Sejauh ini memang presiden SBY sangat profesional dalam memimpin Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin dalam pemilihan presiden tahun depan SBY akan terpilih kembali.
Munarman: Insiden Monas Terlalu Dibesarkan
Pemimpin Komando Laskar Islam (KLI), Munarman, yang dijadika terdakwa kaus insiden Monas 1 Juni menilai pemerintah dan media massa terlalu membesar-besarkan bentrokan tersebut.
“Faktanya, Insiden Monas hanyalah sebuah peristiwa yang tidak lebih besar dari tawuran anak-anak sekolah yang kerap terjadi di Jakarta,” tegasnya saat membacakan pledoinya, Senin (20/10) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Masih menurut Munarman, jika kejadian tersebut benar-benar peristiwa hukum yang besar, saat itu juga polisi melakukan penangkapan secara besar-besaran pula.
