Kabar Berita

Berita dan Lowongan Kerja Update

Susno Duadji Diperika karena Pelanggaran Kode Etik dan Disiplin Anggota

JAKARTA – Mabes Polri tetap akan memeriksa Komjen Pol Susno Duadji meski banyak pihak mendukung langkah mantan Kabareskrim itu. ”Langkah cepat yang dilakukan tim gabungan terus dilakukan. Setelah dibentuk, tentu langsung bekerja,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang.

Edward menegaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan karena ada indikasi pelanggaran kode etik dan disiplin anggota. ”Jadi, ada sebab ada akibat. Bukan karena yang lain-lain,” kata mantan tenaga ahli Lemhanas itu.

Menurut dia, Polri tidak resah dengan berbagai pernyataan mantan Kabareskrim itu di media massa. Namun, pihaknya wajib meluruskan setiap pernyataan yang dianggap tidak benar. ”Kami luruskan saja (setiap pernyataan). Biar publik yang menilai,” katanya.

Menurut Edward, bukan pernyataan di media yang mengakibatkan Susno diperiksa. Susno diperiksa karena menghadiri persidangan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar tanpa izin pimpinan.

Saat hadir, Susno sebagai pribadi dan saksi yang meringankan Antasari. Meski datang sebagai pribadi, dia saat itu berseragam dinas lengkap.

Edward menambahkan, selain karena menghadiri sidang Antasari tanpa izin, Susno dipersoalkan setelah hadir dalam wawancara live dengan dua stasiun TV selesai persidangan yang melanggar disiplin. Seluruh tindakannya itu tanpa izin Kapolri. ”Itu enggak ada izinnya. Semua anggota harus izin dulu,” katanya.

Menurut Edward, Susno harus dapat memilah apa yang layak dikatakan ke publik dan mana yang tidak. ”Kalau kecewa, apa perlu dibawa keluar, digembar-gemborkan? Itu ada wadahnya di internal. Beliau bisa katakan kekecewaannya ke pimpinan (Kapolri),” ujarnya.

Menurut salah seorang anggota tim yang akan memeriksa Susno, tim akan memverifikasi presensi kehadiran Susno Duadji melalui catatan kepala pusat provos. Semua anggota Mabes Polri tercatat rapi, mulai pangkat terbawah hingga perwira tinggi. ”Tidak hanya Kamis dan Jumat, tapi juga catatan sebelumnya,” kata sumber itu.

Selain itu, pengakuan Susno yang izin melalui pesan singkat akan dicek. Sebelumnya, Susno mengatakan, kehadirannya ke sidang Antasari sudah izin Kapolri melalui SMS yang dia kirim ke Kombespol Arif Sulistyanto, sekretaris pribadi Kapolri. ”Kalaupun ada, itu tetap tidak dibenarkan. Sebab, untuk bicara di pengadilan harus ada izin tertulis dari Kapolri. Nggak boleh lewat SMS,” ungkap sumber itu.

Video pengakuan Susno di persidangan yang direkam Divisi Humas Mabes Polri juga akan diperiksa. Dalam kesaksiannya di persidangan Antasari, Susno mengatakan tidak pernah dilapori oleh pengawas penyidik kasus pembunuhan Nasrudin. Tapi, hal itu dibantah Mabes Polri. Bahkan, Mabes Polri mempunyai bukti Sprint 479/ A/ V/ 2009 Bareskrim yang jelas-jelas ditandatangani Susno Duadji.

Dalam surat yang salinannya dimiliki Jawa Pos itu, Susno memerintah tiga perwira, yaitu Kombespol Dzainal Syarief (pengawas penyidik Bareskrim), Kombespol Purwadi Ariyanto (penyidik utama Dit 1/Keamanan Transnasional Bareskrim), dan Kombespol Gatot Subiyaktoro (pengawas penyidik), untuk mengawasi penyidikan kasus Nasrudin Zulkarnaen.

Setiap hari tiga perwira itu diperintahkan melapor kepada Kabareskrim (saat itu Susno) pukul 4 sore. Perintah itu berlaku hingga berkas dilimpahkan ke kejaksaan. ”Keterangan itu menjadi bahan tambahan pemeriksaan. Sebab, yang diperiksa bukan materi utama yang disampaikan di persidangan. Tapi, soal pelanggaran kode etiknya,” katanya.

Beberapa pasal yang akan digunakan untuk memeriksa Susno, antara lain, pasal 7 Kode Etik Polisi (Perkap No 7 Tahun 2006). Dalam ayat satu berbunyi: Setiap anggota Polri wajib memegang teguh garis komando dan mematuhi jenjang kewenangan dan bertindak berdasarkan aturan dan tata cara yang berlaku.

Pada ayat 4, berbunyi: Setiap anggota Polri dalam melaksanakan perintah kedinasan tidak dibenarkan melampaui batas, kewenangannya, dan wajib menyampaikan pertanggungjawaban tugasnya kepada atasan langsung.

Lalu, pasal 6 PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian RI berbunyi: Dalam pelaksanaan tugas, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilarang meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan, dilarang menyalahgunakan wewenang.

Ketua tim pemeriksa yang juga Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Nanan Soekarna belum memastikan kapan Susno dihadirkan. ”Belum confirm (waktunya),” kata Nanan saat dihubungi kemarin.

Nanan memastikan semua prosedur yang dilakukan bakal profesional. ”Sesuai perintah Kapolri, minggu depan diupayakan selesai. Ada sanksi atau tidak, tunggu hasil sidang,” kata mantan Kadivhumas itu.

Dukungan untuk Susno

Menurut rencana, sidang akan dilaksanakan terbuka dan bisa diakses publik

Langkah Susno menjadi saksi di persidangan Antasari dianggap wajar. Mantan Kabareskrim itu dinilai bersikap kesatria dan berani mengungkap kebenaran.

“Kita tidak melihat orangnya, tapi apa yang disampaikan di pengadilan itu mengungkap keadilan atau tidak. Keadilan di atas segala-galanya,” ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden Prof Dr Adnan Buyung Nasution di Jakarta kemarin (09/01).

Mantan ketua tim 8 itu menilai, Susno berani bersaksi karena merasa ada fakta yang perlu diungkap. “Karena itu, harus berani bicara apa adanya. Jujur dan kesatria,” kata Buyung.

Jika motif kesaksian Susno itu tulus untuk mengungkapkan kebenaran, Buyung malah mengacungkan jempol. “Dulu waktu jaksa, kalau ada yang tidak benar, ya saya lawan,” ujar salah seorang pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu.

Namun, Buyung tidak mau ikut campur dalam proses internal pemeriksaan oleh Mabes Polri. “Itu ada mekanismenya sendiri. Saya tidak mau memberikan saran. Yang jelas, kalau Susno bersaksi karena panggilan nurani dan untuk keadilan, tentu itu sikap yang gentleman,” tuturnya.

Sikap hampir sama disampaikan anggota Komisi Yudisial (KY) Prof Dr Mustafa Abdullah. Anggota pengawas kinerja hakim itu menilai kesaksian seseorang di persidangan adalah cara untuk menentukan kebenaran suatu perkara. “Kalau soal permasalahan pribadi Pak Susno dengan lembaganya, itu internal mereka,” kata Mustafa.

KY, menurut dia, tidak berhak mencampuri urusan internal lembaga lain yang berada di luar kewenangannya. “Tapi, pengacara mempunyai hak untuk mendapatkan kebenaran. Demikian juga jaksa, apalagi hakim. Kebenaran materiil itu yang lebih utama,” ujar koordinator bidang penilaian prestasi hakim dan seleksi hakim agung itu.

Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Prof Dr Rudi Satrio menilai Susno berhak bersaksi sebagai warga negara. Apalagi, kasus yang diperiksa memang berkaitan dengan jabatannya saat itu sebagai kepala Badan Reserse Kriminal. “Siapa pun berhak memberikan kesaksian di muka hakim,” tegasnya.

Pelanggaran yang dilakukan Susno, menurut Rudi, lebih pada ranah administratif internal kepolisian. “Hakim memberikan kesempatan dengan catatan. Itu penting untuk membuktikan kebenaran materiil di persidangan,” katanya.

Terpisah, Neta Sanusi Pane, ketua Presidium Indonesian Police Watch, juga menilai langkah Mabes Polri membentuk tim pemeriksa tersebut sebagai tindakan berlebihan. “Mabes Polri telah arogan, otoriter, dengan gaya Orde Baru. Padahal, ini kasus kecil,” ujarnya.

Neta menegaskan, tindakan Susno menghadiri sidang dengan berpakaian dinas saat jam dinas dan tanpa izin Kapolri itu merupakan masalah kecil yang seharusnya tidak dibawa ke propam. “Dipanggil saja sama pimpinan (Kapolri). Ditanyakan masalahnya apa. Selesai sudah,” ucapnya.

Aktivis yang juga penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu menilai Susno hadir ke sidang secara pribadi. “Dia harus mematuhi KUHP jika diundang pengadilan. Ada sanksi pidananya jika tidak hadir. Lagi pula, kehadiran Susno juga tak mengganggu pekerjaan. Dia kan tidak ada pekerjaan. Itu alasan yang dicari-cari aja,” katanya.(rdl/kum)

Sumber : Jawa Pos

January 10, 2010 - Posted by | Uncategorized | ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: