Kabar Berita

Berita dan Lowongan Kerja Update

Iran Mulai Isi Reaktor Bushehr

Iran kemarin mulai mengisi inti reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr buatan Rusia.Sementara tanggal dan tempat perundingan dengan kekuatan dunia belum juga disepakati.

Pemindahan bahan baku nuklir ke fasilitas itu dimulai pada 21 Agustus dalam proses yang disebut peluncuran fisik PLTN oleh Rusia yang membangunnya sejak pertengahan 1990-an. “Hari ini pembangkit listrik itu mencapai fase sensitif pengisian bahan baku ke dalam inti reaktor. Kita berharap listrik yang dihasilkan PLTN Bushehr akan terhubung ke jaringan nasional dalam waktu tiga bulan,” ungkap Kepala Atom Iran Ali Akbar Salehi. Iran yang kaya minyak dan gas bumi itu menyatakan memerlukan PLTN untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di negaranya sehingga Iran dapat lebih banyak mengekspor minyak dan gas buminya.

Pengumuman bahwa bahan baku telah diisikan ke dalam inti reaktor menjadikan Iran memiliki PLTN pertama yang beroperasi. Rusia telah memasok 82 ton bahan baku untuk Bushehr dan berencana memproses kembali material sisa. Kontraktor Jerman dari Siemens mulai membangun PLTN Bushehr pada 1970-an di bawah pemerintahan shah Iran yang didukung Amerika Serikat (AS).Namun,proyek itu terhenti saat shah digulingkan dalam revolusi Islam 1979. Proyek itu kemudian dihidupkan kembali setelah satu dekade terhenti, di bawah perintah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan pada 1994, Rusia sepakat menyelesaikan konstruksi PLTN tersebut.

Teheran yang terus berselisih dengan Barat terkait pembangunan PLTN tersebut kemarin menyatakan, perundingan dengan enam kekuatan utama belum diputuskan tanggal dan waktunya. “Diskusi tengah berlangsung untuk menentukan tanggal negosiasi, tempat,dan isi pembicaraan,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast dalam konferensi pers pekan kemarin.“Kedua pihak harus menyepakatinya dan pihak lahir (kekuatan utama) harus menunjukkan fleksibilitas.” Mehmanparast menyatakan hal tersebut setelah Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengusulkan agar negosiasi digelar di Vienna pada 15-17 November. Namun, Mehmanparast menganggap kedua pihak perlu menyepakati agenda untuk perundingan pertama tersebut.

“Selain kita perlu segera memastikan tanggal dan tempat perundingan, isi negosiasi juga harus disepakati kedua pihak,” kata Mehmanparast. Iran selalu menegaskan bahwa perundingan harus digelar berdasarkan paket proposal yang diberikannya pada kekuatan utama sebelum putaran perundingan Oktober tahun lalu. Paket itu tidak secara eksplisit membicarakan program nuklir Iran. Dalam suratnya terhadap Iran pada Jumat (22/10),Ashton menyatakan, fokus utama perundingan ialah mempertanyakan program nuklir Iran. Barat menuduh program nuklir Iran untuk mengembangkan persenjataan. Tuduhan itu disangkal Teheran.

Ashton mewakili enam kekuatan utama yang terdiri atas Inggris, China,Prancis,Jerman,Rusia,dan Amerika Serikat (AS), dalam negosiasi dengan Iran. Pejabat Iran, termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyambut baik perundingan baru itu.Namun,juru bicara Ashton menyatakan, dia masih menunggu respons resmi dari Teheran. Sementara itu, Iran mengakui memberi bantuan ke Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyatakan menerima bertas-tas uang tunai dari Teheran. Karzai menyatakan dalam konferensi pers di Kabul pada Senin (25/10) bahwa pemerintahannya mendapatkan USD980.000 dari Iran dalam bentuk uang tunai.

“Republik Islam Iran sebagai negara tetangga sangat memperhatikan stabilitas Afghanistan dan memberi banyak bantuan untuk rekonstruksiAfghanistan,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast saat ditanya mengenai pernyataan Karzai. Menurut Mehmanparast, Iran memainkan perannya dalam membantu pembangunan kembali Afghanistan serta mengembangkan ekonominya.“Kami akan melakukannya juga di masa depan,” ujar Mehmanparast tanpa menjelaskan detail bantuan Iran tersebut. Anggota Parlemen Iran Jamshid Ansari menyatakan,Parlemen akan segera meminta klarifikasi hal tersebut pada Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki.

“Menteri luar negeri akan dipanggil untuk menjelaskan pemberian uang tunai pada kepala staf Presiden Afghanistan dan mengklarifikasi berbagai hal di sekitar masalah tersebut,”katanya

October 27, 2010 - Posted by | Uncategorized |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: